Teknik Pada Kalkulasi Alamat

Sistem Berkas UIGM
1. Penjelasan Teknik Kalkulasi Alamat
R(NILAI KEY) <> ADDRESS.
        Adalah dengan melakukan kalkulasi terhadap nilai key, hasilnya adalah alamat relatif. Ide dasar dari kalkulasi alamat adalah mengubah jangkauan nilai key yang mungkin, menjadi sejumlah kecil alamat relative. Salah satu kelemahan dari teknik pengalamatan relative adalah ruang harus disediakan sebanyak jangkauan nilai key, terlepas dari berapa banyak nilai key. Salah satu masalah dari teknik ini adalah ditemukannya alamat relative yang sama untuk nilai key yang berbeda. Seperti di bawah ini adalah maksud dari keadaan itu;
Keadaan dimana :
R(K1) = R(K2) Disebut benturan atau
K1 ¹ K2 collision
Sedangkan nilai K1 dan K2 disebut synonym.
Ket : Synonim merupakan dua atau lebih nilai key yang berbeda pada hash ke home address yang sama.
Teknik-teknik yang terdapat pada kalkulasi alamat :
Dalam teknik kalkulasi terdapat macam – macamnya dan sebagai berikut;
– Scatter storage techniques
– Randomizing technique
– Key-to-address transformation methods
– Direct addressing techniques
– Hash table methods
– Hashing
 
SCATTER STORAGE TECHNIQUES
         Sebuah metode dan aparatus untuk melakukan penyimpanan dan pengambilan dalam suatu sistem penyimpanan informasi yang diungkapkan menggunakan teknik hashing. Untuk mencegah kontaminasi dari media penyimpanan dengan secara otomatis berakhir catatan, teknik pengumpulan sampah digunakan yang menghapus semua berakhir catatan di lingkungan dari penyelidikan ke dalam sistem storge data.. Lebih khususnya, masing-masing probe untuk penyisipan, pengambilan atau penghapusan merekam adalah kesempatan untuk mencari seluruh rangkaian catatan ditemukan untuk catatan berakhir dan kemudian menghapusnya dan menutup rantai.Koleksi ini sampah secara otomatis menghapus catatan kontaminasi berakhir di sekitar probe, sehingga secara otomatis decontaminating ruang penyimpanan.. Karena tidak ada kontaminasi jangka panjang dapat membangun dalam sistem ini, akan sangat berguna untuk basis data yang besar yang banyak digunakan dan yang memerlukan akses cepat disediakan oleh hashing.
RANDOMIZING TECHNIQUE
 
         Meskipun secara historis “teknik pengacakan” manual (seperti menyeret kartu, gambar potongan kertas dari tas, memintal roulette wheel) yang umum, saat ini teknik otomatis sebagian besar digunakan. . Seperti kedua memilih sampel acak dan permutasi acak dapat dikurangi menjadi hanya memilih nomor acak, nomor acak generasi sekarang metode yang paling umum digunakan, baik hardware nomor acak generator dan nomor acak generator-pseudo .
metode pengacakan Non-algoritmik meliputi:
• Casting Yarrow batang (untuk I Ching )
• Lempar dadu
• Menggambar sedotan
• Shuffling cards Mengocok kartu
• Roulette wheels Roulette roda
• Menggambar potongan kertas atau bola dari kantong
• ” Lottery mesin “
2. Penjelasan Hashing Dan Fungsinya
 
            Secara umum fungsi hash (H) adalah fungsi untuk mengkonversikan himpunan kunci rekaman (K) menjadi himpunan alaman pengingat (posisi subskrib dalam larik / L) dan bisa dituliskan dengan menggunakan notasi 
H : K → L 
 
Dua aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan fungsi hash adalah sebagai berikut. Pertama, fungsi H harus mudah dan cepat dicari atau dihitung. Kedua, fungsi H sebisa mungkin mendistribusikan posisi yang dimaksud ssecara uniform sepanjang himpunan L, sehingga banyaknya tabrakan yang mungkin terjadi bisa diminimalkan. Secara alamiah, tidak ada garansi yang memungkinkan bahwa aspek kedua bisa dipenuhi tanpa terlebih dahulu mengetahui kunci-kunci yang ada.
 
Meskipun demikian, ada beberapa metode untuk memotong-motong kunci dalam himpunan K menjadi kombinasi tertentu yang akan dipakai sebagai fungsi H. Berikut disajikan beberapa cara untuk memotong-motong kunci sehingga bisa diperoleh fungsi hash yang dengan mudah bisa dihitung.  
 
Keuntungan menggunakan teknik Hashing:
·       Nilai key yang sebenarnya dapat dipakai karena diterjemahkan ke dalam sebuah alamat.
·       Nilai key adalah address space independent bila berkas direorganisasi, funsi hash dapat beruabah tetapi nilai key akan tetap.
kelemahan menggunakan teknik Hashing:
·         Distribusi nilai key yang dipakai.
·         Banyaknya nilai key yang dipakai relative terhadap ukuran dari ruang alamat.
·         Banyaknya record yang dapat disimpan pada alamat tertentu tanpa menyebabkan benturan.
·         teknik yang dipakai untuk mengatasi benturan.
 
beberapa fungsi hashing yang pada umumnya digunakan anata lain:
·         Division Remainder
Dalam cara ini kita bisa memlih suatu perubah m yang nilainya lebih besar dibanding banyaknya kunci dalam K, misalnya n, dan biasanya dipilih suatu bilangan prima. Fungsi hashnya ditentukan sebagai : H(k) = k mod m atau H(k) = k mod m + 1 Persamaan pertama dipilih apabila diinginkan alamat kunci adalah 0 sampai m – 1. Persamaan kedua dipilih jika diinginkan alamat kunci adalah 1 sampai m. Sebagai contoh, nomor mahasiswa terdiri dari 5 buah digit. Misalkan L terdiri dari 100 buah alamat yang masing-masing alamat terdiri dari 2 karakter : 00…99. Nomor mahasiswa yang diketahui misalnya 10347, 87492, 34212 dan 88688. Untuk menentukan alamat dari keempat nomor mahasiswa ini kita pilih suatu bilangan prima yang dekat dengan 99, misalnya m = 97. Dengan menggunakan fungsi H(k) = k mod m, diperoleh H(10347) = 65, H(87492) = 95, H(34212) = 68, H(88688) = 30 Dengan demikian, nomor mahasiswa 10347 akan disimpan dalam alamat 65, nomor mahasiswa 87492 akan disimpan dalam alamat 95, nomor mahasiswa 34212 akan disimpan dalam alamat 68 dan nomor mahasiswa 88688 akan disimpan dalam alamat 30. Jika dipilih fungsi H(k) = k mod m + 1, maka keempat nomor mahasiswa diatas masingmasing akan disimpan dalam alamat 66, 96, 69 dan 31.
 
·         Mid Square
Dalam metode ini, kunci yang diketahui dikuadratkan dan fungsi hash yang dipilih adalah : H(k) = l Nilai l diperoleh dengan menghapus digit-digit pada kedua sisi dari k2 , dengan catatan bahwa banyaknya digit di sebelah kiri dan sebelah kanan harus sama. Jika tidak sama, maka pada digit di sebelah kiri seolah-olah ditambahkan sejumlah trailing zero, sehingga akan menghasilkan alamat yang benar. Dengan menggunakan contoh yang sama dengan diatas, maka alamat dari masing-masing nomor mahasiswa diatas adalah :
 
K             10347                   87492                    34212                    88688
K2           107060409         76548500564      1170460944        7865561344
H(k)            06                           85                          46                           56
 
·         Folding
Dalam penjumlahan digit, kunci yang diketahui bisa dipecah menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari beberapa buah digit, misalnya dua buah. Kemudian digit-digit dari kelompok-kelompok yang ada dijumlahkan. Pemecahan dan penjumlahan terus dilakukan jika jumlah keseluruhan kelompok yang ada masih lebih besar dari banyaknya alamat yang akan dipakai. Dengan menggunakan nomor mahasiswa diatas, maka alamat dari masing-masing nomor mahasiswa bisa ditentukan sebagai berikut (dalam hal ini digunakan kelompok dengan dua buah digit, karena alamatnya diketahui dari 00 sampai 99) :
 
H(10347) = 1 + 03 + 47 = 51
H(87492) = 8 + 74 + 92 = 174 = 1 + 74 = 75
H(34212) = 3 + 42 + 12 = 57
H(88688) = 8 + 86 + 88 = 182 = 1 + 82 = 83


Silahkan masukan alamat surel untuk mendapatkan informasi menarik dan terbaru lainnya.



Balasan